Minggu, 29 April 2012

PENGEMBANGAN ORGANISASI


>>Pendahuluan

I.                   Latar Belakang Masalah
Pengembangan Organisasi merupakan program yang berusaha meningkatkan efektivitas keorganisasian dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian.

Tujuan pengembangan organisasi :
  1. Menciptakan keharmonisan hubungan kejra antara pimpinan dengan staf anggota organisasi
  2. Menciptakan kemampuan memecahkan persoalan organisasi secara lebih terbuka
  3. Menciptakan keterbukaan dalam berkomunikasi
  4. Merupakan semangat kerja para anggota organisasi dan kemampuan mengendalikan diri

II.                Rumusan Masalah
·         Karakteristik pengembangan organisasi
·         Diagnosis masalah


>>Pembahasan

I.                   Karakteristik pengembangan organisasi

1.      Terencana
Pengembangan organisasi adalah pendekatan berdasarkan data terhadap perubahan yang melibatkan semua unsure yang ada dalam perencanaan manajerial.

2.      Berorientasi masalah
Pengembangan organisasi menerapkan teori dan penelitian dari sejumlah disiplin ilmu.

3.      Mencerminkan pendekatan system
Pengembangan organisasi adalah pendekatan sistematik dan sistematik.

4.      Merupakan bagian integral dari proses manajemen
Pengembangan organisasi bukanlah sesuatu yang dilakukan terhadap organisasi oleh pihak luar.

5.      Pengembangan organisasi bukan strategi mapan
Pengembangan organisasi adalah proses yang berkelanjutan yang berlangsung terus menerus.

6.      Berfokus pada peningkatan
Pengembangan organisasi menekankan pada peningkatan

7.      Berorientasi tindakan
Fokus pengembangan organisasi adlah penyelesaian dan hasil

8.      Berdasarkan teori dan praktek yang sehat



II.                Diagnosis Masalah
Diagnosis masalah yang timbul dan mungkin mencakup upaya pengumpulan informasi yang mencerminkan tingkat keefektifan organisasi.
Masalah harus didiagnosis dan manajer dapat melakukan analisis dengan mempertimbangkan:
·         Apa masalah sebenarnya
·         Apa yang harus diubah untuk memecahkan masalah
·         Apa hasil yang diharapkan
·         Bagaimana mengukur hasil itu
Langkah terakhir proses Pengembangan Organisasi adalah pengambilan keputusan tentang prosedur evaluasi dengan menata prosedur yang bersifat eksperimental yaitu hasil akhir perlu ditetapkan secara operasional dan pengukuran dilakukan, sebelum dan sesudah, dalam organisasi yang melakukan pengembangan.


>>Kesimpulan
     Untuk meningkatkan efektivitas keorganisasian adalah dengan dengan mengintegrasikan keinginan individu akan pertumbuhan dan perkembangan dengan tujuan keorganisasian. Lalu diagnosis masalah yang timbul dan mungkin mencakup upaya pengumpulan informasi yang mencerminkan tingkat keefektifan organisasi. Langakah terakhir adalah pengambilan keputusan tentang prosedur evaluasi dengan menata prosedur yang bersifat eksperimental yaitu hasil akhir perlu ditetapkan secara operasional dan pengukuran dilakukan, sebelum dan sesudah, dalam organisasi yang melakukan pengembangan.


Sumber :



PROSES SOSIALISASI DAN KARIER


>>Pendahuluan
 
I.                   Latar Belakang Masalah
Melalui proses sosialisasi dan pengambangan karier kepentingan individu dan organisasi diidentifikasikan dan dikronfontasikan. Sosialisasi mengutamakan kepentingan individu pengembangan karier mengutamakan kepentingan individu.
Salah satu teori tentang pilihan karier yaitu oleh holand bahwa orang memilih karier tentang sesuai dengan jenis kepribadian mereka, dan ada hubunagn pasti antaa jenis kepribadian tertentu dengan karakteristik bidang pekerjaan.
Konsep karier didalam organisasi harus cukup luas untuk mencakup pola kehidupan kerja dan non kerja.


II.                Rumusan Masalah
·         Karier yang efektif
·         Jalur karier realistik


>>Pembahasan

I.                   Karier yang efektif
Karier yang efektif mencakup karakteristik prestasi, sikap, kemampuan beradaptasi dan identitas. Karakteristik kefisienan karier individu dapat dihubungkan dengan criteria keefektifan organisasi sejauh terdapat kesesuaian criteria keefektifen individu dan organisasi.

II.                Jalur karier realistik
Karakteristik jalur karier realistik :
1.      Mencakup kemungkinan lateral dan kebawah yang tidak terikat pada tk kemajuan normal
2.      Bersifat sementara dan responsive terhadap perubahan kebutuhan organisasi
Proses sosialisasi organisasi berjalan selaras dengan tahapan karier, keselarasan tahapan pengembangan karier dengan proses sosialisasi memungkinkan pimpinan untuk melaksanakan praktek yang memperbesar peluang untuk mencapai kebutuhan bersama dari individu dan organisasi.
Praktek organisasi seperti perekrutan, seleksi, penempatan, promosi dan pemindahan, dapat menjadi bagian penting dari proses sosialisasi yang efektif jika pimpinan memikirkan dalam kaitannya dengan kebutuhan individu-individu dan organisasi.


>>Kesimpulan
            Dalam proses sosialisasi karier ada dua hal yang harus kita perhatikan yaitu, karier yang efektif dan juga jalur karier realistik. Dalam kenyataannya Karier yang efektif harus mencakup karakteristik prestasi, sikap, kemampuan beradaptasi dan identitas.

Sumber :


Jumat, 27 April 2012

EVALUASI PRESTASI


>>Pendahuluan

I.                   Latar Belakang Masalah
Evaluasi sistematik dan formal atas prestasi kerja karyawan &    potensi pengembangannya dimasa depan. E.P digunakan dalam arti luas untuk menilai & mengembangkan bawahan, dalam arti lebih khusus bertujuan motivasional, meningkatkan pengetahuan, riset, promosi, pelatihan dan pengembangan. Langkah penting untuk mengembangkan program evaluasi prestasi          adalah penentuan kriteria. Kriteria adalah ukuran bergantung/prediktif untuk menimbang keefektifan karyawan. Kriteria yg baik harus relevan, stabil, dapat membedakan karyawan yg diharkat dan praktis.

II.                Rumusan Masalah
·         Program Evaluasi Prestasi
·         Metode Memperkecil Masalah
·         Teknik Evaluasi Prestasi

>>Pembahasan

I.                   Program Evaluasi Prestasi

·         Skala Pengharkatan Grafik
Bentuk evaluasi dengan menggunakan skala yang dipakai pengharkat   untuk memeriksa kebenaran pengharkatannya

·         Esei Deskriptif
Evaluasi prestasi mengharuskan pengharkat untuk menguraiakan titik kekuatan dan kelemahan setiap pegawai yang diharkat
Semua prosedur ini sering menghasilkan kesalahan pengharkatan.
Kesalahan yang umum adalah :
1.      Kelunakan dan kekauan pengharkat.
2.      Efek halo
3.      Kecondongan memusat
4.      Peristiwa terakhir


II.                Metode Untuk Memperkecil Masalah
 
Ada setidaknya tiga metode untuk memperkecil masalah, yaitu :
·         Peniadaan istilah seperti rata-rata dalam skala
·         Mengharuskan pengharkat untuk mengharkat sejumlah kecil individu
·         Melatih pengharkat untuk mengenali kecenderungan kesalahan yang umum


III.             Teknik Evaluasi Prestasi

·         Skala pengharkatan berdasarkan perilaku (BARS)
Merupakan bentuk evaluasi yang menggunakan kejadian kritis/contoh perilaku kerja khusus untuk menentukan berbagai tingkat prestasi.

·         Manajemen berdasarkan sasaran (mbs) atau penyusunan tujuan.
Melibatkan pertemuan atasan-bawahan guna membicarakan dan secara bersama-sama menyusun sasaran bagi bawahan untuk jangka waktu tertentu.

·         Teknik pusat penilaian
Serangkaian latihan dimana para calon untuk promosi, pelatihan atau manajerial lain selama 2 / 3 hari sementara diamati dan diharkat

Wawancara balikan evaluasi prestasi merupakan bagian esensial dari setiap program balikan menyediakan informasi tentang bagaimana pandangan orang lain terhadap prestasi kerja pegawai yang diharkat. Bagian yang lain pengakaitan prestasi dan kemajuan dengan mengembangkan karier.


>> Kesimpulan
     Dalam evaluasi prestasi ada setidaknya tiga hal yang harus diperhatikan yaitu program evaluasi prestasi, metode memperkecil masalah dan teknik evaluasi prestasi. Namun Langkah penting untuk mengembangkan program evaluasi prestasi adalah penentuan kriteria. Kriteria adalah ukuran bergantung/prediktif untuk menimbang keefektifan karyawan. Kriteria yg baik harus relevan, stabil, dapat membedakan karyawan yg diharkat dan praktis.

Sumber :