Senin, 21 Maret 2011

Bab 3. Manusia dan Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita yang berarti menanggung. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan resiko hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya. Untuk itu pada umumnya manusia telah diberikan tanda atau wangsit sebelumnya, hanya saja mampukah manusia menangkap atau tanggap terhadap peringatan yang diberikanNya.

Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertobat kepadaNya dan bersikap pasrah akan nasib yang ditentukan Tuhan atas dirinya. Kepasrahan karena yakin bahwa kekuasaan Tuhan memang jauh lebih besar dari dirinya, akan membuat manusia merasakan dirinya kecil dan menerima takdir. Dalam kepasrahan akan diperoleh suatu kedamaian dalam hatinya sehingga secara berangsur akan berkurang penderitaan yang dialaminya, untuk akhirnya masih dapat bersyukur bahwa Tuhan tidak memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.


KEKALUTAN MENTAL

Secara sederhana, kekalutan mental dapat juga di sebut sebagai gangguan kejiwaan akibat tidak mampunya seseorang dalam menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga orang tersebut seringkali bertingkah tidak wajar.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental:

A. Kepribadian yang lemah

Karena kondisi jasmani dan mental yang kurang sempurna, hal hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkkutan merasa rendah diri dan berangsur-angsur akanmneyudutkannya danmenjatuhkan mentalnya

B. Terjadinya konflik sosial budaya

Akibat adanya perbedaan norma antara yang bersangkutan dengan norma yang ada di dalam masyarakat , sehingga orang tersebut tidak dapat menyesuaikan diri lagi dengan lingkungannya. contohnya, seseorang yang datang dari desa ke kota dan tidak sanggup mengikuti persaingan yang ada di kota sehingga menimbulkan kekalutan mental

C. Cara pematangan batin

Pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang kan mendorongnya ke arah…

A. Positif : trauma yang dialami dapat di jawab dengan baik sebagai usaha agar dapat berhasil dalam menghadapi hidup. misalnya, tetap berharap kepada Tuhan dan berdoa ketika mendapatkan masalah yang cukup berat.

B. Negatif : truma yang dialami di dalami dan di perlarut-larut lebih lama. hal ini membuat yang bersangkutan mengalami frustasi, yaitu tekanan batin akibat apa yang diinginkan tidak dapat di capai. beberapa bentuk

Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan.

Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.


Opini :
Penderitaan adalah bagian dari kehidupan yang diberikan Tuhan kepada kita. Bukan karena DIA ingin menghancurkan kita tetapi justru agar kita bisa lebih mengerti arti kehidupan dan agar kita bisa mengetahui apa arti sabar. Penderitaan bisa juga disebut ujian Tuhan, dan Tuhan hanya akan memberikan ujian pada makhlukNYA yang DIA sayangi. Jadi DIA akan melihat apakah kita bisa melewatinya/sabar terhadap ujianNYA.
karena Allah bersama orang-orang yang sabar.


Sumber : http://elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/ilmu_budaya_dasar/bab6-manusia_dan_penderitaan.pdf

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar