Sabtu, 22 Oktober 2011

Kebaikan Dan Kelemahan Organisasi Lini/Garis Staff

Kebaikan-Kebaikan Organisasi Lini/Garis dan Staff

Organisasi lini/garis dan staff mempunyai beberapa keuntungan, yaitu:
  1. Adanya pembagian pekerjaan (distribution of woek) yang jelas, antara pejabat-pejabat lini/garis dan pejabat staff..
  2. Adanya kesempatan yang baik dari para pegawai untuk mengembangkan diri sesuai kemampuan dan bakat masing-masing.
  3. Pimpinan dapat mengatasi berbagai macam persoalan berkat bantuan staff yang berupa saran-saran.
  4. Staff dapat memperingan pekerjaan pimpinan sehingga dapat menigkatkan efisiensi kerja.
  5. Koordinasi mudah dijalankan dalam setiap kelompok (kelompok lini dan staff).
  6. Disiplin dan moral tinggi karena para anggota bekerja menurut kemampuan dan keahlian masing-masing.
  7. Prinsip dalam kepegawaian yang mengatakan the right man in the right place dapat diterapkan.
  8. Spesialisasi dapat dipergunakan secara maksimal.
  9. Staff mampu mendidik para pekerja sesuai bakat masing-masing.
  10. Para bawahan dapat mengetahui secara jelas kepada siapa mereka harus bertanggung jawab.



Kelemahan Organisasi Lini/Garis Staff

Di samping mempunyai keuntungan, organisasi lini/garis juga memiliki kelemahan, antara lain:
  1. Sering terjadi pertentangan antara pejabat lini/garis dengan pejabat staff karena masing-masing merasa labih mengetahui masalah yang sedang terjadi. Pejabat lini memandang masalah dari segi pelaksanaan tugas di lapangan (operasional) dan bagaimana situasi yang sedang terjadi. Sedang pejabat staff biasanya memandang masalah didasarkan pada norma, aturan-aturan atau teori. Menurut teori benar, tetapi belum tentu teori itu dapat dipraktekkan di lapangan. Pertentangan yang terjadi antar pejabat staff dengan pejabat lini/garis ini seringkali menghamat pelaksanaan tugas organisasi.
  2. Saran-saran dari staff kadang-kadang disampaikan dalam bentuk perintah. Bagi para pekerja hal ini akan membingungkan karena sulit untuk membedakan mana yang dianggap perintah dan mana yang dianggap saran.
  3. Perintah dari pejabat lini kadang-kadang kurang mendapat perhatian dari para pekerja karena para pekerja lebih percaya kepada staff daripada atasannya.
  4. Perintah dari pejabat lini belum tentu seirama dengan nasihat staff karena kedua pejabat itu (lini dan staff) memandang suatu masalah dari kacamata yang berbeda.

2 komentar: