Minggu, 01 April 2012

Pembedaan Struktur Organisasi


>> PENDAHULUAN

I.                   Latar Belakang Masalah

Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai ilmu, dan salah satunya dalam ilmu manajemen.

Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana terorganisasi, terpimpin dan terkendali dalam memanfaatkan sumber daya, sarana-prasarana, data dan lain sebagainya yang digunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan organisasi tersebut.

Dewasa ini muncul berbagai organisasi-organisasi yang berbeda-beda. Juga dengan pesatnya ilmu saat ini struktur dan tipe nya pun berbeda-beda. Oleh karena itu dengan tulisan ini saya ingin menjabarkan pembedaan struktur organisasi.

II.                   Rumusan Masalah
  1.  Kompleksitas 
  2.  Sentralisasi 
  3. Formalisasi
 
>> PEMBAHASAN

I.                   Kompleksitas
Kompleksitas yaitu mempertimbangkan tingkat diferensiasi yang ada dalam organisasi termasuk di dalamnya tingkat spesialisasi atau tingkat pembagian kerja, jumlah tingkatan di dalam hirarki organisasi serta tingkat sejauh mana unit-unit organisasi tersebar secara geografis.

Sementara diferensiasi sendiri dibagi menjadi tiga, yaitu :

a.   Diffrensiasi horizontal  : merujuk pada tingkat diffrensiasi antara unit-unit berdasarkan orientasi para anggota, sifat dari tugas yang dilaksanakan, dan tingkat pendidikan dan pelatihannya.

Spesialisasi : pengelompokkan aktivitas tertentu yang dilakukan satu individu
Spesialisasi fungsional            = pembagian kerja
Spesialisasi social      >>   individunya yang dispesialisasi      
Departementalisasi      : cara organisasi secara khas mengkoordiinasikan aktivitas yang telah dideferensiasi secara horizontal. Misal : Berdasarkan fungsi; geografis;produk; proses.

b. Diffrensiasi vertical :  merujuk pada kedalaman struktur
    Misal : organisasi berbentuk tall atau flat, tergantung dari rentang kendali (span of control)

c.  Diferensiasi Spasial :  tingkat sejauh mana lokasi dari kantor,pabrik, dan personalia sebuah organisasi tersebar secara geografis

II.                   Sentralisasi
Sentralisasi yaitu tingkat di mana pengambilan keputusan dikonsentrasikan pada suatu titik  tunggal di dalam organisasi. Dan adapun desentralisasi yaitu pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi.

# Keuntungan
Sentralisasi :
  •   Hanya memperhatikan struktur formal. 
  • Memperhatikan kebebasan dalam pengambilan keputusan. 
  • Konsentrasi pada seseorang, unit atau tingkat.
  • Kontrol dari top manajemen, tetapi keputusan tetap terletak pada anggota tingkat rendah.
Desentralisasi :
  • setiap manajer mempunyai keterbatasan terhadap jumlah informasi 
  • Dapat menanggapi perubahan dengan cepat. 
  • Memberi masukan lebih rinci bagi pengambil keputusan. 
  • Memotivasi pegawai untuk memberi kesempatan dlm pengambilan keputusan.  
  • Memberi peluang pelatihan bagi manajer tingkat rendah.
 
# Hambatan
Sentralisasi :
  • Keputusan komprehensif yang akan diambil. 
  • Penghematan dan lebih efektif .
III.                   Formalisasi
Formalisasi, yaitu sejauhmana organisasi menyandarkan dirinya pada peraturan dan prosedur untuk mengatur perilaku dari para pegawainya.

Keuntungan adanya standarisasi :
  • Standarisasi perilaku akan mengurangi keanekaragaman 
  • Memudahkan koordinasi 
  •  Adanya penghematan 
Sifat Formalisasi

  • Bersifat eksternal bagi pegawai  ->peraturan, prosedur, dan aturan ditetapkan   secara terinci, dikodifikasi, & dilaksanakan melalui pengawasan langsung.                      
  • Perilaku yang diinternalkan, melalui nilai, norma  Pola perilaku yg diharapkan bagi pekerjaan & Organisasi.  Misal :melalui pelatihan & budaya organisasi    
     Teknik-teknik Formalisasi 

  •  Seleksi 
  • Persyaratan peran 
  • Peraturan, prosedur, dan kebijaksanaan. 
  • Pelatihan 
  • Ritual.
Hubungan Formalisasi dengan Kompleksitas

  • Difrensiasi horizontal   tinggi   -> pembagian kerja  bagi pegawai tidak  terampil ->  Formalisasi  tinggi 
  • Diffrensiasi horizontal       tinggi   -> pegawai professional -> Formalisasi  rendah 
 
>> KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa organisasi memiliki pembedaan-pembadaan yang satu sama lain saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan. Organisasi tall atau flat selain ditentukan oleh besaran organisasi juga oleh jenis pekerjaan dan karakteristik individu pemegang tugas. Dan bahwa Makin tinggi kompleksitas, maka perhatian terhadap masalah-masalah komunikasi, koordinasi dan kontrol makin besar.

Sumber :
http://rumijati.staff.umm.ac.id/files/2010/04/dimensi-struktur.4.pptx
http://irpantips4u.blogspot.com/2010/10/macam-macam-organisasi-struktur.html
 
 

 








Tidak ada komentar:

Posting Komentar